Langsung ke konten utama

Postingan

Tentang Kesuksesan

Tak terasa begitu lama sudah tidak pernah menulis di blog ini lagi. Sejujurnya, bukan karena sibuk, melainkan karena rasa mager yang terus melanda. Namun, di atas kereta ini, daripada gabut yekan mending nulis saja wkwkwk. Tulisan ini sebenanya dibuat karena pertanyaan seorang teman, Apakah aku tidak pernah overthinkingin karir? Yap, kalian bisa deduksi jawaban setelah selesai membaca tulisan ini. Di perjalanan ini, Aku ingin mengawali tulisan dengan beberapa pertanyaan, yang mungkin sudah sering pula ditanyakan kepada kalian. Apa si definisi kesuksesan itu buat kalian? Lantas, apa definisi bahagia?Apakah orang sukses adalah orang yang banyak uang? Atau yang memiliki jabatan penting? Atau orang yang dipuja seluruh penjuru dunia? Okay, biar simpel, kita ambil kaca mata mahasiswa saja. Sekarang pertanyaannya menjadi, apakah definisi sukses di dunia perkuliahan itu adalah orang yang punya kehidupan seimbang, atau yang kerap kita sebut life balance? Apakah dia yang akademik, organisasi, ri...

LeetCode (70): Permasalahan Menaiki Tangga

image source: liputan6 Seperti biasa, setiap pagi, aku mencoba untuk mengerjakan persoalan atau problem yang disediakan oleh Leetcode, sebuah website kumpulan persoalan yang biasanya diujikan pada technical test  ketika ingin melamar pekerjaan atau magang. Namun, kemarin, aku menemukan sebuah persoalan unik yang berjudul Climbing Stairs. Yang membuat persoalan ini unik bukan tingkat kesulitannya, melain sebagaimana tricky penyelesaiannya. Berikut persoalan Climbing Stairs dari LeetCode.  Seseorang bisa menaiki tangga dengan naik satu anak tangga atau langsung menaiki dua anak tangga sekaligus. dalam menaiki tangga, bisa saja dapat banyak kombinasi cara menaiki tangga. Jika terdapat tangga setinggi n anak tangga. Tentukan banyak cara menaiki anak tangga.     Bila Anda diminta untuk menyelesaikan ini, bagaimana kah cara Anda menghitungnya? Sejatinya, ada banyak cara menyelesaikan permasalahan ini. Namun, dalam komputasi, jawaban terbaik disajikan dalam cara termalas at...

Harapan, Mengenai sebuah Tumpuan Kehidupan Manusia

 Pernah ga, temen-temen memperhatikan, hal apa yang membuat seseorang bertahan menjalani hidupnya? Yang membuat seseorang terus berusaha meski tak kunjung ada hasil. Bahkan, mungkin membuat seseorang menembus batas kemampuannya. Pernah kah, teman-teman memperhatikan, bagaiaman seorang kakek yang awalnya sakit-sakitan tiba-tiba menjadi bugar dan tegar ketika menemui cucunya yang baru lahir? atau seorang nenek tua renta, yang tiba-tiba menjadi kuat ketika mendapat panggilan haji? Pernahkah teman-teman memperhatikan seorang ibu yang baru saja melahirkan, terjaga di tengah malamnya, dan dengan mata berlinang, mengamati buah hatinya? Menjaga dan menemaninya setiap malam, walau harus tidak tidur semalam suntuk. Mungkin hal terdekat dari teman-teman. Pernakh teman-teman tidak tidur beberapa malam, belajar untuk ujian, atau mungkin menyiapkan kepanitiaan? Cerita di atas, merupakan gambaran, bagaimana seorang manusia hidup dengan harapannya masing-masing. Harapan yang membaut manusia hidup ...

Probabilitas dan Statistika: Variabel Random

 Pada pelemparan 2 buah koin, diperoleh 4 ruang sampel yakni S={AA, AG, GA, AA}. Misal, kita hanya tertarik pada banyaknya kemunculan angka. Maka, dari tiap elemen ruang sempel kita dapat menumerasikan (memandankan jumlah kemunculan angka) dengan bilangan 0, 1, 2,.. dst, yang menyatakan banyak angka yang muncul di tiap ruang sampel. Nah, definisi dari Variabel Random sendiri ialah, fungsi yang memetakan sebuah kejadian dalam ruang sampel ke sebuah interval atau himpunan terurut bilangan real . X: S -> R , dengan X(s) setiap titik sampel, di mana s anggota dari S atau ruang sampel.  Pada kasus sebelumny, kita dapat memetakan nilai variabel randomnya dengan Ruang Sampel Nilai Variabel Random terhadap Angka AA                2 AG, GA                1 GG                ...

Sebuah Catatan Semester III dan 2021

Grafik pengunjung blog [Mungkin mengandung kata kasar, dan menganggu]  Katanya " Orang yang beruntung adalah yang hari ini lebih baik dari kemarin, orang merugi adalah yang hari ini tak lebih baik dari hari kemarin, sedangkan orang celaka adalah yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin". Begitulah gambaran awalnya, mungkin kalo dievaluasi. Muncul pertanyaan besar, kiranya di manakah posisi Risqi sekarang? Jika boleh jujur, menurut penulis, Risqi sekarang ada di titik celaka. Ya, yang hari kemarinnya masih lebih baik dari hari ini. Baik dari spiritual, moral hingga akademik. Sudah banyak teman ia minta saran, tapi rasanya sama saja. Sepertinya beda saja, dulu dua amat rajin membuat artikel machine learning di blog, mencoba hal atau teknologi baru, ikut hackathon dan lomba, tapi sekarang progressnya macet, liburan diisi dengan hal tak bermanfaat. Bukannya tak bersyukur, memang kadang dalam mengevaluasi diri perlu disadari dan diakui bahwa DIRIMU S*MPAH. Orang berkata, banya...

Telnologi untuk Anak-anak, Berkah atau Petaka?

Semenjak pandemi, pendidikan yang awalnya tatap muka harus beralih  melalui internet. Anak SD yang sebelumnya mungkin tidak memiliki gawai pun kini menghabiskan waktunya dengan gawainya. Di suatu sisi, sebagai generasi penerus bangsa, untuk menghadapi masa depan yang serba digital, siswa dituntut untuk terus memahami teknologi yang ada. Dengan begitu, mereka dapat mengembangkan potensi, serta memajukan bangsa melalui teknologi. Di sisi lain, kini melihat anak SD yang kecanduan gawai merupakan hal yang biasa. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk  bermain tiktok, maupun game online. Bahkan, mungkin kita sering meliihat anak justru lebih mengenal karakter game dibanding para pahlawan. Yang lebih miris, ketika ada orang tua yang mencoba memintanya untuk istirahat dari bermain gawai, mereka justru marah, dan membentak. Tak lagi memperdulikan soal adab. Kecanduan, mungkin. Anak yang usianya masi belum memasuki masa remaja sudah tak dapat lagi lepas dari gawainya. Mereka sepert...

Budaya Korupsi di Indonesia

Meskipun pandemi melanda dunia, termasuk Indonesia, dan menyebabkan keterhambatan di berbagai sektor. Namun sayang, becana dunia yang membuat  banyak masyarakat kehilangan keluarga dan pekerjaaan ini tak membuat para koruptor berhenti.  Menurut ICW, pada tahun 2020, dari 444 kasus korupsi, 107 di antaranya merupakan kasus korupsi dana Covid19. Yang lebih membuat miris, nyatanya, dari 2016 hingga 2020, terus terjadi tren peningkatan kerugian negara akibat kasus korupsi. Miris memang, melihat rakyat kesusahan, para elit menimbun kekayaan. Seakan korupsi sudah menjadi budaya yang tak terpisahkan dari kehidupan bangsa ini. Harus kita akui, memang korupsi tanpa nurani sudah ada bahkan sejak zaman belanda. Bila kita tarik sedikti, ke zaman pembangunan jalan Anyer-Panarukan, kita akan melihat bagaimana elit pribumi menggelapkan dana untuk kepetingannya.  Menurut VOI, Danedless tidak benar-benar memperkerjakan para buruh tanpa upah. Dia mempersiapkan bayaran untuk buruh. Ditemuka...