Langsung ke konten utama

Sumber Daya Lahan dan Manusia : Keterbergantungan dan Keberadaan





 Bismillahirahmanirrahimm

Assalamulaikum warahtullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua.

Segala puji bagi Allah, Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmatnya tugas ini dapat saya terbiitkan. Selawat dan salam pada Rasulullah SAW. 

Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan sedikit pandangan saya mengenai hubungan antara manusia dan sumber daya lahan. Saya melihat makin hari, jumlah lahan menurun sedangkan jumlah manusia di bumi ini terus meningkat. Tak dapat dimungkiri, peningkatan jumlah penduduk Bumi aka membuat kebutuhan akan lahan, baik untuk tempat tinggal, industri, hingga lumbung pangan meningkat.

Peningkatan signifikan pada jumlah penduduk Bumi tanpa ada penangganan yang tepat justru akan menyebabkan krisis. baik dari sisi ekonomi, kemasyarakatan, bahkan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan sebuah kajian komperehensif mengenai masalah tersebut.

Pada kesempatan kali ini saya akan melampirkan sedikit pandangan saya mengenai masalah tersebut menggunakan metode VUCA. Udah pada tau belum apa itu VUCA? Agar lebih jelas simak power  point di bawah ini.


#TantanganMasaDepan #DuniaVUCA #OSKMITB2020 #TerangKembali

Sekian yang dapat saya sampaikan, bila ada kurang-lebihnya saya mohon maaf. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Wassalaam,

Hormat saya,


penulis

By: 262 - 16520456 - Muhammad Risqi Firdaus - STEI

sc: economictimes.com

bibliography: http://www.fao.org/3/x3810e/x3810e04.htm
https://www.theguardian.com/environment/2015/dec/02/arable-land-soil-food-security-shortage
http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/akp/article/view/8498

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Catatan Semester III dan 2021

Grafik pengunjung blog [Mungkin mengandung kata kasar, dan menganggu]  Katanya " Orang yang beruntung adalah yang hari ini lebih baik dari kemarin, orang merugi adalah yang hari ini tak lebih baik dari hari kemarin, sedangkan orang celaka adalah yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin". Begitulah gambaran awalnya, mungkin kalo dievaluasi. Muncul pertanyaan besar, kiranya di manakah posisi Risqi sekarang? Jika boleh jujur, menurut penulis, Risqi sekarang ada di titik celaka. Ya, yang hari kemarinnya masih lebih baik dari hari ini. Baik dari spiritual, moral hingga akademik. Sudah banyak teman ia minta saran, tapi rasanya sama saja. Sepertinya beda saja, dulu dua amat rajin membuat artikel machine learning di blog, mencoba hal atau teknologi baru, ikut hackathon dan lomba, tapi sekarang progressnya macet, liburan diisi dengan hal tak bermanfaat. Bukannya tak bersyukur, memang kadang dalam mengevaluasi diri perlu disadari dan diakui bahwa DIRIMU S*MPAH. Orang berkata, banya...

Identitas Mahsiswa dan Budaya Korupsi

  Posisi Potensi dan Peran atau yang biasa disingkat PoPoPe merupakan gambaran dari identitas mahasiswa. Popope mengambarkan bagaimana lingkungan dan tugas yang harusnya mahasiswa emban. Berisi tangung jawab dan empati, bukan sekadar omongan atau gelar kebanggan semata. Mahasiswa harus peka mengenai posisinya di masyarakat dalam bernegara. Selain itu, ia harus peka melihat potensi yang dimiliki lingkungannya, bukan malah menjadi eksklusif dan menjadi manusia yang merasa di atas. Berperan lantgsung bukan hanya sebagai mediator melainkan katalisator, bukan hanya orang yang banyak bicara tanpa aksi nyata dan mencari nama tanpa manfaat semat. Meskipun pandemi Covid melanda dunia. Namun, sungguh disayangkan, kerguian negara akibat koruipsi tak menurun. Sadisnya, justru terjadi tren pengingkatan kerugian negara akibat korupsdi sejak 2016 (ICW, 2021). Dari 444 kasus korupsi 107 di antaranya merupakan korupsi proyek Covid19, baik dpengadaan bansos, hingga proyek lainnya. Mahasiswa seba...

Need-Know-How-Solve: Problem (2) Jumlah Tukang Cukur Rambut Pria di Bandung

Halo, Bismillah Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Kembali lagi dengan saya, Risqi Firdaus. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahasa sedikit tentang penyelesaian masalah dengan Need-Know-How-Solve. Untuk memudahkan, kita akan melakukan studi kasus pada permasalahan jumlah tukang cukur rambut pria di bandung. Need: Jumlah kios cukur rambut pria di Kota Bandung. Know:  Menurut sensus penduduk tahun 2020 yang dilakukan oleh BPS, jumlah penduduk Kota Bandung pada tahun 2020 ialah 2,5 juta warga. Dalam publikasi yang sama, BPS menyatakan perbandingan penduduk berdasarkan gender berada di angka 1:1.  Menurut data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, pada tahun 2018, terdapat 51 ribu perantau yang mengadu nasib di Kota Bandung. Peningkatan per tahunnya juga sangat kecil, yakni berkisar di angka 0,006 persen.  Menurut Elmira, rentang waktu ideal memotong rambut pendek (umumnya pria) ialah 4-6 minggu sekali.  Mengutip dari Replubika, sebuah kios barbershop...